Porostimur.com, Manchester – Legenda Gary Neville menilai Arsenal melakukan kesalahan fatal saat kalah 1-2 dari Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (19/4/2026).
Menurut Neville, ketidakkompakan dalam melakukan pressing menjadi titik lemah yang dimanfaatkan City untuk mencetak gol penentu kemenangan.
Pada laga di Etihad Stadium tersebut, City lebih dulu unggul melalui Rayan Cherki sebelum Arsenal menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz. Namun, gol Erling Haaland memastikan kemenangan tuan rumah.
Pressing Tak Sinkron Jadi Celah
Neville menyoroti momen gol kedua City yang berawal dari buruknya koordinasi lini depan dan belakang Arsenal dalam melakukan tekanan.
Situasi itu membuat Nico O’Reilly memiliki ruang terbuka usai menerima umpan dari Gianluigi Donnarumma, yang kemudian menjadi awal serangan hingga berujung gol.
“Entah lini belakang belum maju dan membuat pertahanan rapat, atau para penyerang terlalu maju. Setengah tim maju, setengahnya lagi tertinggal, dan itu menciptakan celah besar,” ujar Neville dalam podcastnya.
Ia menilai, sepanjang pertandingan Arsenal sebenarnya mampu memberikan tekanan yang menyulitkan City, namun konsistensi pressing menurun di momen krusial.
Faktor Kelelahan Pemain
Neville juga menduga faktor kelelahan menjadi penyebab turunnya intensitas pressing Arsenal di babak kedua.









