Kebodohan Absolut

oleh -72 views

Anak-anak dapat MBG, lalu bagaimana dengan kantin sekolah? Tidak perlu kantin sekolah. Anak-anak harus makan sehat. Bagaimana dengan pedagang cilok, bakso tusuk, permen gulali, atau pedagang es teh di luar sekolah? Itu tidak sehat. Tapi kan mereka butuh makan juga? Itu tidak ada hubungannya dengan MBG!

Soal pangan? Oh gampang. Bikin food estate. Pangan adalah soal keamanan. Nanti para serdadu militer dan polisi yang akan mengerjakan itu. Lalu petani? Ah, anak-anak muda sudah tidak tertarik bertani lagi! Ha terus, kita rekrut prajurit.

Bikin 750 batalion baru. Bikin 22 Kodam baru. Mereka ini yang akan bertani, beternak, miara ikan … Lalu para prajuirt itu? Mereka anak-anak petani, yang tidak mau lagi bertani, terus masuk tentara, untuk jadi … petani!

Baca Juga  Apa Benar Laki-laki Tidak Boleh Duduk di Tempat Bekas Wanita?

Kemudian ada persoalan dengan distribusi barang kebutuhan pokok. Juga distribusi dari produsen, khususnya hasil pertanian, dari desa ke pasar. Solusinya? Bikin Koperasi Desa Merah Putih.

Nanti semua barang-barang yang produksinya dikuasai pemerintah akan dijual KDMP. Gas subsidi harus dibeli lewat sana. Beras juga dari sana. Minyak goreng dan berbagai kebutuhan lain dibeli disana. Rakyat akan membeli lebih murah lewat KDMP.

Lalu bagaimana dengan rantai ekonomi? Setiap rantai itu ada keluarga yang mulutnya mangap minta makan. Ah, mereka tengkulak. Mereka pemeras para petani! Tapi kan mereka hadir dan memberikan pilihan kepada petani. Para petani bebas memilih mau belanja dan menjual produk dimana pun. Harga ditentukan oleh pasar. Pokoknya tidak! Mereka penghisap darah para petani!

No More Posts Available.

No more pages to load.