Kejanggalan Hasil Quick Count Pilpres 2024

oleh -4 Dilihat
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Yang jadi pertanyaan adalah kenapa sejak dibuka dengan total suara sementara yang baru masuk sekira 20 persen sampai akhir skor perolehan suara ketiga kandidat sudah stabil. Biasanya pada awal-awal apalagi baru 20 persen perolehan masih dinamis.

Ketiga, suara Ganjar-Mahfud diluar prediksi. Jauh dibawah suara perolehan kursi PDIP di Pileg 2019. Dibawah 20 persen. Jawa Tengah yang dikenal basis PDIP, Ganjar-Mahfud dengan mudah dikalahkan Prabowo-Gibran.

Anehnya lagi, Prabowo-Gibran memperoleh suara di Jawa Barat hampir sama dengan perolehan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Padahal, berdasarkan hasil perhitungan suara di beberapa TPS di Jawa Barat, suara Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran bersaing ketat.

Keempat, Benarkah gabungan suara Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019 solid di Pilpres 2024? Ini menjadi tanda tanya besar karena suara Prabowo di Pilpres 2019 sebagian beralih ke Anies-Muhaimin. Sedangkan suara Jokowi tidak semuanya mengalir ke Prabowo-Gibran, mengalir juga suara pemilih Jokowi ke Ganjar-Mahfud.

Kejanggalan-kejanggalan ini mudah-mudahan bisa diungkap agar tidak menimbulkan masalah baru pasca Pilpres, 14 Februari 2024.

Baca Juga  Ditopang Tambahan Fiskal Pusat dan SiLPA, Belanja Perubahan Malteng 2026 Naik Rp195,599 Miliar

Bandung, 4 Sya’ban 1445/14 Februari 2024

No More Posts Available.

No more pages to load.