Kejati Rencana Garap Lagi KM. Fay Sayang, Wagub Malut di Ujung Tanduk

oleh -146 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : Kasus pengadaan kapal KM. Fay Sayang pada Tahun 2014 yang melibatkan Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Al-yasin Ali, kembali diusut oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Ketika iti, Al-yasin Ali masih menjabat selaku Bupati Halmahera Tengah.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) nomor : 31.1/LHP-LK/XIX.TER/07/2010 tertanggal 09 Juli 2010, menyebutkan pengadaan KM Elizabeth Mulia yang berganti nama KM Fay Sayang melalui pemerintah Kabupaten Halteng di duga bermalasah.

BPK mengungkap pengadaan kapal yang memakai anggaran Tahun 2009-2010, berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp.1.181.818.184,00.

Selain itu, negara pun ikut dirugikan, karena tidak menerima pendapatan pajak sebesar Rp 1.045.454.546,00 terkait pembelian kapal tersebut.

Link Banner

Juru bicara Kejaksan Tinggi (Kejati) Maluku Utara Apris Risman Ligua mengatakan, tim penyidik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgus P3TPK) Kejati Malut setelah menerima laporan dari berbagi sumber waktu itu langsung mengusut dugaan kasus tindak pidana korupsi ini.

Baca Juga  Ambon Raih WTP 3 Kali Berturut-turut, Louhenapessy: Ini Kado Terbaik di Tengah Pandemi Covid-19

“Sayangnya penyidik waktu itu kekurangan bukti memproses dugaan kasus ini sehingga dihentikan sementara,” kata Apris kepada wartawan kamis (23/5/2019).

Meski demikian, jury bicara kejaksaan itu menegaskan kasus pengadan kapal KM Faisayang diduga melibatkan mantan Bupati Halteng, M. Ali Yasin dipastikan dibuka kembali apabila dikemudian hari tim penyidik Satgus P3TPK menemukan bukti baru.

“Kalau memang ada bukti baru yang mendukung untuk penyelidikan yang kita temukan. Maka kemungkinan kasus pengadaan kapal ini akan dibuka kembali untuk diproses hukum”, papar Apris. (raka)