Kekerasan Bukan Jalan Pintas Dialog Rakyat dan Pemerintah

oleh -27 Dilihat

Dalam ASSA Podcast Episode 16 bertajuk “Bersama Menjaga Indonesia”, Fransiskus Gian, akademisi Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus Pembina Pusat Studi Papua FISIPOL UKI, mengangkat persoalan mengenai kecenderungan sebagian kelompok masyarakat yang menjadikan demonstrasi sebagai pilihan awal dalam merespons persoalan publik, tanpa terlebih dahulu mengoptimalkan saluran komunikasi dan penyampaian aspirasi lainnya.

Pandangan tersebut menghadirkan satu refleksi mendasar: demokrasi bukan semata-mata tentang keberanian turun ke jalan, melainkan juga tentang kemampuan merumuskan persoalan, membangun argumentasi, dan memperjuangkan perubahan melalui cara-cara yang efektif.

Demokrasi Bukan Hanya Soal Turun ke Jalan

Dalam kehidupan demokratis, penyampaian aspirasi memiliki banyak jalur. Masyarakat dapat membangun komunikasi melalui audiensi, diskusi publik, seminar, forum kelompok terarah, petisi, hingga pertemuan langsung dengan lembaga pemerintah. Kritik juga dapat disampaikan melalui media massa dan platform digital, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Bupati Malra Ajak Peserta MPP XXXVII AMGPM Jelajahi Wisata Kei dan Perkuat Persaudaraan

Beragam saluran tersebut bukan pengganti demonstrasi, melainkan bagian dari ekosistem demokrasi yang saling melengkapi. Demonstrasi tetap diperlukan ketika ruang komunikasi tersumbat, aspirasi diabaikan, atau pemerintah tidak menunjukkan kesediaan untuk menanggapi persoalan yang dihadapi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.