Demonstrasi bukan musuh demokrasi. Kritik bukan ancaman bagi negara. Namun, kekerasan juga bukan ukuran keberanian, apalagi jalan pintas untuk memaksa perubahan.
Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi tanpa konflik, melainkan demokrasi yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan akal sehat dan kemanusiaan. Sebab, tujuan akhir perjuangan publik bukan sekadar membuat suara terdengar lebih keras, melainkan memastikan suara itu melahirkan perubahan yang nyata.
Menjaga Indonesia berarti menjaga ruang kritik tetap terbuka, memastikan pemerintah bersedia mendengar, dan menolak kekerasan sebagai pengganti dialog. Sebab, kekuatan demokrasi tidak diukur dari seberapa gaduh jalanan, tetapi dari seberapa jauh aspirasi rakyat mampu menggerakkan perubahan yang adil dan bermartabat. (**)
Artikel ini dirangkum dan dikembangkan dari diskusi ASSA Podcast Episode 16, “Bersama Menjaga Indonesia”, bersama Martin Kisna (Wakil Sekretaris Jenderal Laskar Ampera/Angkatan ’66) dan Fransiskus Gian (Pembina Pusat Studi Papua FISIPOL UKI).








