Keluarga tegang saat nonton Hanifan tanding dan peluk Jokowi-Prabowo

oleh -69 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Hanifan Yudani Kusumah sempat kena penalti pengurangan poin sebelum menjadi pemenang final pencak silat Asian Games 2018. Keluarga juga tegang saat dia memeluk Presiden Jokowi dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto.

Yuni Sundari Rayahu, tante Hanifan, dan anggota keluarga lain dibuat cemas saat hanifan menjalani final kelas C (55-60 kk) putra di padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, 29 Agustus. Mereka nonton langsung ke venue pertandingan.

“Terharu. Haru biru kita yang nontonnya di gelangang. Kaget juga, kok bisa ya,” kata Yuni saat ditemu detikSport di kediaam Hanif yang berada di Kampung Mulya Sari Jalan Pasir Kereceng, Desa Cincin, Kecamatan Sorean, Jumat (31/8).

Baca Juga  Sosialisasi program, masyarakat bisa bentuk tim relawan anti narkoba

“Kaget juga (saat Hanif memeluk Prabowo dan Jokowi), mungkin dia polos-polos saja spontanitas, kapan lagi,” tuturnya.

Keterkejutan itu menjadi klimaks dagdigdug nya Yuni saat menyaksikan Hanifan bertarung. Mereka menyaksikan Hanif melawan pesilat asal Vietnam.

“Sangat tegang, karena dari Vietnam ini kan melakukan tekanan-tekanan secara mental, banyak melayangkan protes dari coachnya, banyak di kurangi nilai, kena finalty dan sebagainya. Hanif dalam waktu 30 detik terakhir sempat mengejar dan dapat merebut angka, mudah-mudahan prestasinya tidak sampai disini,” kata dia.

“Lawannya senior, diakan masih junior bahkan pas lawan Thailand Hanif terpental dan digulingkan,” tuturnya.

“Pulangnya antara Senin atau Selasa. Nanti juga bakal ada penyambutan san akan diarak oleh warga berkeliling di Soreang,” dia menambahkan. (web-dtc)