Kemana Rp.3.10 M, Dana Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Gedung Islamic Center Ambon Mengalir?

oleh -1.729 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun anggaran 2020, mengantarkan sejumlah dana untuk rehabilitasi gedung Islamic Center di kawasan Pantai Waihaong, Kota Ambon.

Penelusuran media ini di laman lpse.malukuprov.go.id menemukan proyek dengan nomenklatur atau nama tender Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Gedung Islamic Center Waihaong Ambon.

Proyek dengan Kode Tender 14027288 dengan nilai pagu Rp.3.010.000.00 itu melekat pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku dengan waktu 60 hari kalender kerja.

Proyek dengan nomor kontrak: 34/SPK/FSK/CK/X/2020 yang konon berasal dari dana Pinjaman Ekonomi Nasional (PEN) itu, dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor PT. Erloom Anugerah Jaya yang beralamat di Jalan SKIP, RT: 001/06 Kota Ambon.

Link Banner

Informasi tersebut juga sempat terpampang pada papan nama proyek selama masa pekerjaan yang kini sudah dibongkar, begitu juga pagar senk yang sempat menutupi kawasan itu.

Baca Juga  Man United Akhirnya Temukan David Beckham Baru di Era Solskjaer

Sayangnya belakangan beredar isu tak sedap di masyarakat terkait proyek dimaksud. Kasak-kusuk dan gosip beredar luas di kalangan aktivis dan politisi.

Warung kopi dan tempat kongkow ramai dengan pergunjingan soal munculnya cafe di gedung Islamic Center yang konon dikelola oleh PKK Maluku. Dana pembangunannya pun dituding berasal dari proyek Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Gedung Islamic Center Waihaong Ambon.

Berbekal rasa penasaran, jurnalis media ini mendatangi lokasi Islamic Center pada Senin, 8 Maret kemarin petang.

Ketika tiba di depan pintu gerbang Islamic Center, sudah tidak nampak pagar senk yang selama beberapa bulan belakangan memagari areal tersebut. demikian juga papan nama proyeknya.

Tidak nampak ada pagar yang terbangun, sementara tiang-tiang gapura di pintu masuk tampak kusam tak tersentuh perbaikan.

Baca Juga  Delegasi OSN Bitung dilepas ”fight” di Manado

Di gedung utama bangunan Islamic Center juga demikian adanya. Cat tembok telihat kusam dan terkelupas, begitu pula bangunan musholla.

Tidak terlihat adanya bekas-bekas perbaikan atau perawatan pada bagian depan gedung tersebut.

Dua menara yang berdiri menjulang juga nampak kusam tak terurus. Sejumlah mesin Air Conditoner (AC) yang terletak di atas pintu utama pun nampak tua dan kotor.

Penasaran dengan kondisi yang ada, wartawan media ini lantas berjalan ke bagian belakang gedung Islamic Center melalui sisi kiri gedung.

Di sini terlihat sejumlah pekerja sedang mengerjakan ssmacam pos keamanan. Ada sejumlah orang yang sedang memasang lampu hias di pohon. Ada juga petugas Satpol PP yang berjaga.

Masuk lebih ke dalam, ke sisi belakang gedung yang berhadapan dengan laut, barulah nampak sebuah cafetaria mewah barada di bagian belakang gedung tersebut.

Baca Juga  Wamena Rusuh, Massa Bakar Kantor Bupati dan Pertokoan

Di pagar sebelah kiri, terpampang logo sebuah cafetaria bernama Warung Katong dalam ukuran lumayan besar. Sedangkan di seberangnya, terdapat pagar senk yang membatasi cafetaria itu dengan ruang terbuka di sebalik pagar.

Cafe yang melekat dan menempati bagian belakang gedung Islamic Centre itu,, konon dikelola oleh PKK Maluku dengan mengusung konsep modern-minimalis.

Warung Katong nampak eksotik di tepi Pantai Teluk Ambon nan indah, sayang keberadaannya menimbulkan desas-desus dan aroma tak sedap pengelolaan APBD Maluku.

Warung ini pun sudah diresmikan pada tanggal 03 Maret 2021 lalu dengan menyisakan banyak pertanyaan di benak rakyat. (tim)