oleh

Kemenag Maluku, Pemprov, MUI dan Para Imam Masjid di Kota Ambon Bahas Ibadah Berjamaah, Ini Hasilnya

Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Merebaknya virus corona (Covid – 19) yang menjangkiti dunia termasuk Indonesia khususnya Maluku tidak lantas membuat pemerintah daerah duduk diam berpangku tangan. Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku justru melakukan mediasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Pemprov setempat melalui Biro Kesra Setda Maluku, dan para imam masjid di Kota Ambon untuk sama-sama membahas terkait pelaksanaan ibadah berjamaah.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi percepatan penularan virus lewat kerumunan orang.

Link Banner

Pembahasan tersebut dilaksanakan di dalam Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Kamis (26/3/2020) kemarin.

Hadir Plt Karo Kesra Setda Maluku, Aji Muhammad, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo beserta sejumlah anggota pengurus, Ketua MUI Kota Ambon Muhammad Rahanyamtel dan sejumlah tokoh agama Islam di Kota Ambon.

Plt Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis selaku anggota yang terlibat dalam Gugus Tugas Covid – 19 Provinsi Bidang Pencegahan dan Penanggulangan pada kesempatan tersebut mengatakan, sesuai informasi resmi yang disampaikan Pemerintah Kota Ambon telah menyatakan salah satu warga asal Bekasi positif terinfeksi virus corona.

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan juga menginformasikan bahwa status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami peningkatan.

“Ini indikasi kuat sesuai dengan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku pada dua hari yang lalu,” ungkap Plt Kakanwil.

Lebih dari pada itu, Plt Kakanwil menegaskan penularan virus Covid – 19 ini cukup berpengaruh kuat terhadap pelaksanaan ibadah bagi umat beragama di Provinsi Maluku.

Sebabnya, tujuan dilaksanakan pembahasan bersama para imam dan tokoh-tokoh agama Islam di Kota Ambon untuk menghasilkan keputusan yang akan dijadikan rujukan bagi umat Islam di Maluku.

Pembahasan kemudian dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi di Provinsi Maluku yang saat ini belum dinyatakan sebagai daerah zona merah corona.

Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo setelah pembahasan dilakukan menyampaikan hasil pertemuan itu sementara belum memutuskan penangguhan ibadah berjamaah, baik shalat Jum’at maupun shalat lima waktu.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Maluku untuk memutuskan pelaksanaan ibadah berjamaah akan dilakukan di masjid atau di rumah masing-masing  dengan mengacu pada status darurat yang akan ditetapkan pihak pemerintah daerah,” kata Latuapo.

Karenanya, ia mengatakan pelaksanaan ibadah shalat Jumat secara berjamaah masih tetap akan dilaksanakan besok dengan memperhatikan tata cara menjaga kebersihan, jarak dalam shalat untuk mengantisipasi penularan virus tersebut. (keket/in las/zam)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed