Kesehatan Prabowo: A Wake Up Call

oleh -529 views
Smith Alhadar

Oleh: Smith Alhadar, Penasihat Institute for Democracy Education (IDe)

Pada hari H, 23 Desember 2024, secara dadakan Presiden Prabowo Subianto membatalkan pertemuannya dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Padahal, pada hari itu Anwar sudah menunggu Prabowo di Pulau Langkawi. Di akun X (Twitter)-nya, Anwar mengatakan pembatalan disebabkan Prabowo sakit. Ia pun mendoakan semoga sahabat lamanya itu lekas sembuh.

Namun, segera saja pernyataan Anwar dibantah Sekertaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya yang menyatakan Prabowo dalam keadaan sehat walafiah. Pembatalan dilakukan lantaran ada event dalam negeri yang sangat penting terkait pemastian perayaan Natal berjalan aman dan tertib. Tetapi bantahan Teddy justru menimbulkan tanda tanya tentang kondisi kesehatan Presiden yang sesungguhnya.

Baca Juga  Wawali Ambon Apresiasi 99 Tahun Tarekat Maria Mediatrix, Tegaskan Peran Besar Pelayanan Sosial dan Iman

Perayaan Natal adalah kegiatan rutin kenegaraan yang diselenggarakan sejak Indonesia merdeka. Dus, perayaan ini adalah business as usual. Tapi pernyataan Mayor Teddy memberi kesan seolah Natal peristiwa genting yang muncul dadakan sehingga jadwal pertemuan Prabowo-Anwar harus dibatalkan. Saya justru percaya bahwa Prabowo yang baru tiba dari Mesir untuk menghadiri KTT D-8 memang tidak dalam kondisi kesehatan yang prima. Toh, pembatalan acara pertemuan dengan pemimpin negara lain yang sudah terjadwal tak lazim dilakukan sebuah negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.