Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas, Akankah Kesepakatan Damai Bertahan?

oleh -22 views
Ketahanan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi sorotan setelah kedua negara terlibat aksi militer di sekitar Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan menuduh Amerika Serikat sebagai pihak pertama yang melanggar gencatan senjata melalui serangan udara ke wilayah Iran.

Implementasi MoU Masih Berjalan

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 18 Juni 2026 setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Nota kesepahaman yang terdiri atas 14 poin itu mencakup penghentian operasi militer, gencatan senjata di seluruh front konflik, pengaturan keamanan sementara di Selat Hormuz, pembentukan komite pengawas implementasi, izin ekspor minyak Iran, hingga pelepasan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara juga telah menggelar pembahasan di Swiss untuk membahas pelaksanaan berbagai poin dalam kesepakatan tersebut.

Diplomasi Belum Tertutup

Presiden Donald Trump menuding Iran telah melanggar gencatan senjata dan mengisyaratkan akan memberikan respons.

Baca Juga  Nelayan Asal Koititi yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal Dunia

“Anda akan mengetahuinya,” ujar Trump ketika ditanya mengenai langkah pemerintahannya.

Trump juga mengklaim Iran meminta pertemuan di Doha, Qatar.

“Iran telah meminta pertemuan. Itu akan berlangsung besok di Doha,” katanya.

Gedung Putih menyebut utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner akan menghadiri pertemuan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.