Ketika Instruksi Menjadi Garis Sunyi: Musda Ditunda, Loyalitas Diuji di Ambon

oleh -342 views

Dalam beberapa kasus, mereka yang berjalan di luar garis bahkan kehilangan legitimasi politiknya, terasing dari arus utama partai yang selama ini menjadi kendaraan perjuangannya. Tetapi sanksi formal bukan satu-satunya konsekuensi. Ada kerugian yang lebih halus namun lebih dalam: runtuhnya kepercayaan.

Dalam organisasi yang bertumpu pada soliditas, kepercayaan adalah mata uang utama. Sekali retak, ia sulit dipulihkan. Lebih jauh lagi, kader yang memilih berseberangan berisiko kehilangan legitimasi politik—terlepas dari seberapa kuat akar sosial yang mereka miliki.

Penundaan Musda Golkar Kota Ambon pada akhirnya bukan hanya peristiwa organisatoris. Ia adalah cermin dari bagaimana kekuasaan bekerja di dalam partai: antara kendali pusat dan dinamika daerah, antara instruksi dan tafsir, antara loyalitas dan pembangkangan.

Baca Juga  BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Dibanderol Mulai Rp 298 Juta

Dan di tengah semua itu, setiap kader dihadapkan pada pilihan yang sunyi namun menentukan: tetap berada dalam barisan, atau melangkah keluar dari garis yang telah ditarik. Sebuah pilihan yang bukan hanya soal posisi politik, tetapi juga tentang bagaimana mereka memaknai disiplin, kekuasaan, dan masa depan perjuangan di dalam Partai Golkar. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.