Ketika Negara Berpura-pura, Rakyat pun Sengsara

oleh -306 views
Ansori

Ini bukan sekadar statistik; ini adalah kehidupan yang terenggut, keluarga yang tercerai, dan sebuah kenyataan pahit bahwa negara yang seharusnya menjadi payung perlindungan sama rapuhnya dengan rumah yang telah rata dengan tanah.

Namun ironi terbesar muncul bukan dari kekuatan alamnya, tetapi dari sikap pemerintah yang terkesan lebih sibuk bertahan dengan narasi bahwa semuanya “di bawah kendali”, alih-alih menghadirkan kejelasan dan tindakan nyata yang menyentuh korban di garis depan.

Pernyataan pejabat negara, terutama dari Menteri Sekretaris Negara yang menegaskan bahwa TNI, Polri, dan BNPB telah hadir dan bekerja, terdengar bagai upaya mempertahankan citra. Kita tidak menyangkal bahwa aparat seperti TNI dan Polri telah berjibaku sejak awal, melakukan evakuasi, membuka akses, dan memberikan bantuan darurat. Kita juga tidak menolak kerja keras BNPB di lapangan. Kehadiran mereka adalah fakta, bukan fiksi.

Baca Juga  Prancis Bidik Final Ketiga Beruntun di Piala Dunia 2026

Tetapi kehadiran bukanlah kebijakan. Tindakan di lapangan bukan pengambilan keputusan politik. Dan di mata jutaan korban yang menunggu bantuan makanan, obat-obatan, dan akses yang masih terputus, apa gunanya hadir jika keputusan strategis yang menyelamatkan nyawa tertunda oleh narasi bahwa negara “mampu sendiri”?

No More Posts Available.

No more pages to load.