Dalam domain udara, Iran mengembangkan sistem pertahanan seperti Bavar-373 (sering disandingkan dengan S-300) dengan jangkauan lebih dari 200 km, serta Khordad-3 yang terbukti mampu menjatuhkan drone Global Hawk AS pada 2019. Sistem ini diperkuat radar over-the-horizon dan jaringan sensor domestik.
Iran juga mengandalkan drone dan loitering munition seperti Shahed-136, Shahed-129, dan Mohajer-6. Dalam jumlah besar, platform ini mampu menciptakan saturasi terhadap sistem pertahanan mahal seperti SM-6 atau Patriot.
Di laut, Iran mengoperasikan ratusan fast attack craft milik IRGC Navy, dilengkapi rudal anti-kapal ringan, torpedo, dan bahkan drone laut. Taktik swarm—serangan simultan dari berbagai arah—menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kapal besar. Selain itu, Iran memiliki persediaan ranjau laut (naval mines) yang dapat ditempatkan cepat di jalur pelayaran sempit, menciptakan disrupsi besar dengan biaya relatif rendah.
Keunggulan teknologi Amerika menghadapi tantangan serius di lingkungan topografi Hormuz. Selat ini hanya selebar sekitar 33 km di titik tersempitnya, dengan jalur pelayaran efektif jauh lebih sempit. Di sisi Iran, garis pantai berbatu dan pegunungan memungkinkan peluncur rudal mobile disembunyikan dan dipindahkan secara cepat, menciptakan target yang sulit dilacak secara konsisten.









