Porostimur.com, Piru – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Melky Sedek mempertanyakan alasan pemda menunda sejumlah program pembangunan Tahun 22022 dengan alasan defisit anggaran, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Daerah Alvin Tuasuun beberapa hari lalu.
Kepada jurnalis porostimur.com, Rabu (27/7/2022), Melky menuturkan pembahas APBD 2022 dan pembahasan LKPJ sudah selesai, selanjutnya laporan pertangung jawaban LPJ yang sekarang ini berjalan, mestinya bupati memerintahkan jajarannya untukmenjalankan program agar siklus perekonomian setelah masa pandemi bisa bangkit.
“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 12 Tahun 2019, rasionalisasi angaran cuma sekali dalam setahun, sedangkan saat ini kita sudah terlambat, nanti ini berdampak dalam menyelesaikan program yang waktunya sisa berapa bulan,” tukasnya.
Melky mempertanyakan alasan pemerintah yang mengatakan adanya defisit anggaran sehingga sampai saat ini belum ada program yang dijalankan.
“Defisit yang mana? Berdasarkan perhitungan anggaran yang dilakukan DPRD SBB, kita masih bisa membayar utang dan kemudian setelah kita melakukan evaluasi ada selisih anggaran APBD yang terjadi dari Rp1.025.794.027.039 naik sampai Dp1.084.944.144.655 kok,” ujarnya.




