Kim Jong-un Kritis, Adiknya Digadang-gadang Jadi Pemimpin Korea Wanita Pertama

oleh -3 Dilihat

Jika kematian benar-benar terjadi, aturan formal dan regulasi dalam sistem mereka akan berperan lebih banyak dalam memilih penggantinya.

Apabila terdapat dua kandidat seperti ini, akan ada pemilihan formal dari Komite Pusat.

Sidang Rakyat atau parlemen Korea Utara juga bisa menjadi jalan untuk melangsungkan pemilihan.

Keduanya entah bagaimana lebih dianggap sebagai formalitas.

Keputusan sebenarnya telah ditentukan jauh sebelumnya yang bisa memicu perebutan kekuasaan.

Kim Jong Un sendiri mengalami sakit jantung setelah dikabarkan terlalu banyak minum alkohol, merokok, dan obesitas.

Diklaim tak ada hubungannya dengan virus corona COVID-19 yang baru saja diakui masuk Korea Utara oleh sejumlah dosen.

Ketidakhadirannya dalam agenda penting pada Rabu 15 April 2020 lalu dianggap pengamat politik sebagai pesan tersirat.

Baca Juga  Wali Kota Ternate Lantik Puluhan Kepala Sekolah dan Tujuh Pengurus Dewan Pendidikan

Diktator generasi ketiga ini disebut sedang menghindari ‘kultus personalitas’ atas dinasti yang sedang memegan tahta kepemimpinan di Korea Utara. (red/rtm/pr)