Hasby Yusuf: Pemkot Ternate Jangan Lebay & Sok Kuasa

oleh -309 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sikap Pemerintah Kota Ternate melalui Plt. Sekot yang menantang para pengkritik terkait penanganan Covid-19 di Kota Ternate, mendapat tanggapan dari Direktur Lembaga Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (eLS-KAP) Maluku Utara, Hasby Yusuf.

Hasby menegaskan Pemkot Ternate agar tidak perlu anti kritik, sebab pemerintah bukan strata sosial mulia, melainkn petugas yang digaji oleh rakyat untuk melayani rakyat.

“Kenapa pelayan jadi lebay & sok kuasa begini? Kritik pada manajemen penanganan Covid-19 itu wajar saja, karena menyangkut dengan nyawa dan hak hidup rakyat. Apa pemerintah mau rakyat diam saja, walaupun Pemerintah salah?”, ujarnya dengan nada tanya.

Menurut Hasby, pemerintah kota sebaiknya fokus bekerja bersama rakyat untuk memotong penyebaran Covid-19 di kota Ternate. Kritik harus dipandang sebagai ekspresi kebebasan politik sekaligus kesadaran rakyat akan kerja kerja pemerintah. Tanpa kritik Pemerintah bisa saja menyimpang dari harapan publik. Karena itu kritik itu suatu keniscayaan dalam pemerintahan demokrasi manapun.

“Sebaiknya pemerintah menyimak semua kritik dan masukan dari rakyat untuk kerja kerja penanganan Covid-19 yang lebih baik lagi. Semua kita menjadi korban. Pejabat pemerintah masih bisa terima gaji di tengah Covid-19 tetapi Rakyat kecil apalagi buruh dan pekerja harian dan warung warung kecil, mereka sangat rentan dengan wabah Covid-19”, beber HasbyHasby, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga  Lawan Covid-19, Akses Masuk ke Loloda Ditutup

“Mereka tak bisa bekerja, sementara tuntutan hidup dan keluarga terus meningkat. Mereka di rumah, tak bisa keluar, banyak perusahan tutup dan mereka berharap pada pemerintah untuk menjamin hidup mereka. Jika pemerintah salah menangani ini semuanya maka kehidupan ekonomi mereka dalam taruhan besar”, imbuhnya.

Ketua BKPRMI Maluku Utara ini mengatakan, lemerintah yang demokratis akan menjadikan semua kritik sebagai input bagi evaluasi kinerja. Bukan sebaliknya menjadikan kritik sebagai upaya melawan atau tidak suka atau sampai pada kesimpulan tidak mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. Jelas ini selain sesat berfikir juga manandakan pemerintah arogan dan sok kuasa.

“Jika pemerintah tahu diri, seharusnya faham bahwa mereka digaji oleh rakyat dan dipercaya oleh rakyat untuk melayani mereka. Karena itu sangatlah tak wajar jika ada pejabat pemerintah yang alergi kritik dan menjadikan Rakyat sebagai musuh hanya karena rakyat mengingatkan mereka lewat kritik’, ujarnya.

Sementara itu, terkait “Lomba Kampong Siaga Covid-19” yang akan dilaksanakan oleh wahana visi Indonesia (WVI), Pemerintah Kota Ternate, Daurmala dan Kementerian Kesehatan, mantan aktivis HMI ini menilainya sebagai suatu rencana yang tidak saja tak relevan juga tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Baca Juga  Warga Bitung Temukan Mayat yang Sudah Membusuk di Dekat Kolam

Untuk diketahui, dalam lomba ini ada hadiah yang ditawarkan kepada para pemenang 60 juta.

“Makin aneh lagi, kenapa ditengah darurat nasional kesehatan pemerintah justru akomodasi kegiatan seperti ini? Kenapa tidak beli saja sembako atau APD atau kebutuhan lainnya yang dibutuhkan masyarakat?”, cetusnya.

Hasby bilang, jika untuk merangsang partisipasi masyarakat, tim gugus Covid-19 di setiap kecamatan, kelurahan, RT dan RW dibantu Polsek dan Koramil dan masyarakat saja yang diberdayakan.

“Saya yakin masyarakat di level bawah bekerja murni kemanusiaan tanpa embel embel hadiah atau uang. Mereka telah bekerja untuk kampung mereka sendiri dengan gotong royong”, katanya.

“Saya takut dengan adanya lomba Covid-19 apalagi dengan hadiah uang 60 juta justru melemahkan partisipasi masyarakat. Orientasi masyarakat bukan lagi pada kegotongroyongan tetapi sudah pada hadiah. Pada tingkat tertentu ini jelas akan merusak solidaritas masyarakat dalam menangani Covid-19 di setiap keluruhan, kecamatan dan RT dan RW”, sambungnya.

Hasby Yusuf berharap pemerintah kota Ternate lewat Walikota Ternate agar membatalkan kegiatan lomba yang tak mendidik ini.

“Saya kira Pemkot Ternate harus lebih serius dan fokus menangani penyebaran Covid-19 di kota ini. Menurut saya wabah Covid-19 itu bencana nasional bukan hari jadi kota Ternate atau acara agustusan sehingga perlu bentuk panitia lomba dan lain lain”, ungkapnya.

Baca Juga  DPD LSM LIRA Resmi Polisikan Kades Loleo Jaya

“Rakyat butuh makan dan terjamin kesehatan mereka dari Covid-19. Rakyat tidak butuh lomba apapun. Kematian dan penderitaan rakyat tak bisa dilombakan. Jangan main main dengan nyawa rakyat. Anggaran kita terbatas jangan diamburkan untuk sesuatu yang tidak masuk akal”, sambungnya.

Hasby bilang, pemerintah kota Ternate harus bikin prestasi bukan bikin Peristiwa yang tak berujung. Jangan tunjukan tingkah laku yang hanya menunjukan tumpulnya nurani Kemanusiaan. Sekali lagi hentikan lomba ini yang justru hanya akan merusak solidaritas dan kegotongroyongan masyarakat dalam melawan virus corona (Covid-19)

“Kita semua berharap wabah Covid-19 ini segera berlalu karena itu butuh kerjasama semua kita, baik pemerintah, dunia usah maupun masyarakat. Dalam kondisi seperti sekarang Pemerintah harus tampil sebagai aktor penting dalam melindungi rakyat dari penyakit maupun dari kelaparan”, papar Hasby.

“Saya dan kita semua tetap mendukung setiap langkah pemerintah yang dipandang berpihak pada kepentingan rakyat. Tetapi akan tetap mengawal dan kritis pada setiap kebijakan apapun yang diambil pemerintah terutama langkah langkah penanganan Covid-19. Apalagi pemerintah didukung dengan anggaran yang besar untuk ini semua”, pungkasnya. (red)