Abu Ad-Darda al-Anshari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kedalaman ilmu, kebijaksanaan, dan perjalanan hidupnya yang penuh pelajaran. Beliau bernama asli Uwaimir bin Amir dari suku Khazraj, putra dari Mahabbah binti Qaqid bin Amru, yang kelak namanya harum dalam sejarah Islam.
Ketika Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya tiba di Madinah, Abu Ad-Darda langsung memeluk Islam dengan sepenuh hati. Menariknya, sebelum dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan penuh hikmah, ia adalah pedagang sukses yang kaya raya. Pasca-Perang Khandaq, ia pun resmi dipersaudarakan dengan Salman Al-Farisi.
Berdasarkan catatan Muhammad Raji Hassan dalam buku Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi, Abu Ad-Darda merupakan anggota suku Khazraj terakhir yang memeluk Islam. Meski demikian, ia berhasil membuktikan dirinya sebagai sahabat yang sangat menonjol dalam hal kedalaman ilmu dan intensitas ibadah.
Sebelum memeluk Islam, Abu Ad-Darda dikenal tekun merawat berhalanya, bahkan memberinya wewangian dan pakaian sutra. Meski Abdullah bin Rawahah sebagai sahabat karib terus berupaya membujuknya untuk memeluk Islam, Abu Ad-Darda saat itu tetap teguh menolak ajakan beriman tersebut.
Sebuah peristiwa besar terjadi saat Abu Ad-Darda tengah sibuk mengurus dagangan di tokonya. Abdullah bin Rawahah mendatangi kediaman sahabatnya itu dan langsung menghancurkan berhala yang selama ini dipuja oleh Abu Ad-Darda.









