Umar Ali Lessy: Dari Anak Pulau ke Pucuk Kepemimpinan Golkar Maluku

oleh -1,168 views

Umar Ali Lessy—akrab disapa Bang Ule—lahir dari rahim kesederhanaan khas anak pulau. Ia dilahirkan di Rohomoni, 49 tahun lalu, namun masa kecilnya justru ditempa di Poka, sebuah ruang hidup yang mengajarkan arti kerja keras sejak usia sangat muda. Di sanalah karakter Bang Ule dibentuk, bukan oleh kemewahan, melainkan oleh keringat, kesabaran, dan ketekunan.

Poka menjadi sekolah kehidupan pertamanya. Dengan wajah riang dan semangat yang nyaris tak pernah padam, Bang Ule kecil mengais rezeki dari para penumpang feri rute Galala–Poka bersama rekan-rekannya. Ia juga pernah menjadi pengayuh perahu tradisional Galala–Rumah Tiga. Aktivitas sederhana itu perlahan mengajarkannya makna tanggung jawab, kejujuran, dan harga diri dalam bekerja—nilai-nilai yang kelak menjadi fondasi sikap hidupnya.

Baca Juga  Pesta Ultah Seskab Teddy Disorot, Dinilai Tak Peka di Tengah Tekanan Ekonomi

Sekolah Kehidupan Anak Pulau

Pengalaman hidup di tepian laut dan dermaga itu bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah akar dari cara Bang Ule memandang kehidupan dan kepemimpinan. Di tengah keterbatasan, ia belajar bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

Dengan disiplin dan keteguhan, Bang Ule menuntaskan seluruh jenjang pendidikannya. Perjalanan akademiknya berujung pada gelar magister—sebuah capaian yang tidak lahir secara instan, melainkan dari proses panjang yang dilalui dengan konsistensi dan pengorbanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.