Sudah Berlayar Jauh
angin sore menyapu daun kelapa
kursi kayu ini masih menunggu
seperti dulu saat kau bilang
akan kembali sebelum hujan tiba
ombak datang dan pergi
membawa nama yang tak kusebut lagi
lampu minyak mulai redup
bayangan kita retak di dinding
kau tertawa dalam ingatan
aku diam dalam kenyataan
langit senja memerah pelan
seperti janji yang tak sempat utuh
kalau nanti kau lewat pelabuhan itu
jangan tanya apakah aku menunggu
cukup lihat pasir di telapak kaki
yang masih hangat dari jejak lama
kapal itu sudah berlayar bersama sepi
tapi hatiku belum bisa pergi
di antara debur dan bisik sunyi
kau tinggalkan rindu yang tak bersemi
Ambon, 2 Januari 2026
============
Tak Bisa Menahan Diri
orang bijak menyimpan cinta seperti pisau
tajam, tersembunyi, tak pernah tergesa
tetapi aku adalah malam
yang kalah oleh sepasang mata
langkahku selalu lebih cepat dari doa
lebih jujur dari akal yang ragu.
aku terjatuh
bukan karena tak tahu berdiri
melainkan karena namamu
adalah satu-satunya tempat
luka mau berdiam tanpa takut sembuh
haruskah aku tinggal atau pergi
tanpa pernah benar-benar pulang?
jika ini dosa, ia lahir pelan seperti api kecil
di ruang doa yang lupa cara padam
aku mencoba menahan diri
namun hatiku tak pernah belajar berhenti
lihat sungai itu:
ia berdarah di batu, tersangkut akar
namun tetap mengalir menuju laut
yang akan menelannya
dalam asin yang abadi









