Porostimur.com | Lisabon: RB Leipzig membuat kejutan. Bak kisah Cindarella dalam sepak bola, tim yang berdiri pada Mei 2009 itu, lolos ke semifinal Liga Champions musim ini.
Die Rotten Bullen (Si Banteng Merah) bisa sampai ke level ini lewat permainan atraktif. Skuat Leipzig banyak diisi pemain muda dengan pelatih Julian Nagelsmann yang baru berusia 33 tahun.
Pada babak delapan besar, wakil Jerman itu menyudahi perlawan Atletico Madrid. Tampil di Estadio Jose Alvalade, the Red Bulls unggul 2-1 atas Atletico. Hebatnya, RB Leipzig menang saat baru saja ditinggal penyerang terbaik mereka Timo Werner.
Terlepas dari prestasi mentereng saat ini, bukan rahasia lagi kalau Leipzig menjadi klub yang paling dibenci di Jerman. Mereka dinilai melanggar sejumlah aturan hingga bisa mentas di Bundesliga. Pada 2009, the Red Bull memperoleh hak bermain dari tim divisi lima SSV Markranstadt. Mereka segera mengubah nama, warna, dan lambang klub.
Tujuh musim bergerilya, Leipzig akhirnya sampai di level teratas. Namun momen ini tidak mendapat respons positif seluruh negeri. Itu karena klub tersebut, dinilai melanggar aturan 50 plus satu. Aturan itu, menjamin suporter sebagai pemilik saham mayoritas klub di Jerman.




