Makhluk yang bernama Ya’juj dan Ma’juj akan keluar dari balik tembok besar di sebuah tempat di bumi. Peristiwa ini terjadi menjelang kiamat.
Kisah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj diceritakan dalam sejumlah hadits shahih. Beberapa hadits turut dipaparkan Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan dengan judul Huru Hara Hari Kiamat.
Menurut riwayat Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al Khudri dari Rasulullah SAW, Ya’juj dan Ma’juj akan keluar ketika Allah SWT sudah membuka “dinding” keberadaan mereka. Setelah itu, mereka berjalan cepat dari berbagai tempat sampai membuat manusia lari ketakutan.
Manusia mengungsi ke kota-kota dan benteng-benteng. Sementara itu, Ya’juj dan Ma’juj terus menjelajah dan menghabiskan air-air sungai yang mereka temui. Mereka kemudian berniat menghabisi penduduk langit, setelah mengira semua penduduk bumi sudah habis–padahal manusia mengungsi ke kota-kota dan benteng-benteng.
Rombongan Ya’juj dan Ma’juj kemudian menggoyang-nggoyangkan tombaknya dan melemparkan ke angkasa. Bukannya mengenai sasaran, tombak itu justru balik berjatuhan ke arah mereka hingga membuat mereka berlumuran darah. Ini merupakan sebuah kecohan dan tipuan terhadap mereka.









