Utsman bin Mazh’un merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Muhajirin yang memiliki peran penting pada fase awal perkembangan Islam. Namanya kerap disebut dalam catatan sejarah sebagai sosok yang teguh memegang keimanan di tengah kerasnya tekanan terhadap dakwah Islam pada masa-masa pertama.
Berasal dari Bani Jumah, salah satu kabilah dalam suku Quraisy, Utsman bin Mazh’un tumbuh di tengah masyarakat Makkah yang kuat memegang tradisi jahiliyah. Namun, latar belakang tersebut tidak menghalanginya untuk menerima Islam dan meninggalkan keyakinan lamanya demi kebenaran yang diyakininya.
Utsman bin Mazh’un dikenal sebagai salah satu dari 40 orang pertama yang memeluk Islam. Bahkan, ia tercatat sebagai orang ke-14 yang secara terbuka menyatakan keislamannya.
Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa Utsman bin Mazh’un menerima Islam melalui ajakan Abu Bakar ash-Shiddiq, ketika Rasulullah SAW masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Hal ini menjadikannya bagian dari generasi awal yang meletakkan fondasi kokoh bagi umat Islam.
Kisah Utsman bin Mazh’un Melepaskan Jaminan Keamanan
Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, Utsman bin Mazh’un menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa ketika ia dengan sadar melepaskan jaminan keamanan dari pamannya, Walid bin Mughirah, seorang tokoh musyrik Quraisy.









