Kisruh di Kepulauan Kei Berlanjut, Rettob Minta Dewan Adat dan Vis Bad Punya Responsifitas

oleh -10 Dilihat

Porostimur.com, Ambon – Seperti adagium klasik yang selalu terlintas dan telah mendarah dagi bagi “Orang Kei” yakni “Harta I Bulir Ne Minan I Umat” yang berarti Harta/hal duniawi hanyalah hiasan, dan yang terpenting ialah umat dan hajat hidup masyarakat.

Maluku akhir-akhir ini yang diperhadapkan dengan konflik komunal telebih khusus Kepulauan Kei terjadi secara bertahap dari wilyah ke wilayah dan dari ratschap ke ratschap tentu membutuhkan respon dari semua pihak sebab hal ini akan menjadi persoalan yang serius untuk diselesaikan kendati sudah ada treatment yang dilakukan oleh aparat keamanan dan para tokoh agama.

Sejauh ini belum dipastikan kapan tempo persoalan ini dapat terselesaikan sebab kelak hal ini hanya akan menumpuk dendam apabila tidak dicabut hingga ke akar konflik.

Baca Juga  Hegseth Dikabarkan Bertemu Rahasia dengan Netanyahu, Spekulasi Serangan Baru ke Iran Menguat

Dalam kurun waktu yang relatif singkat Kepulauan Kei sudah cukup mengantongi sejumlah konflik berdarah antar pemuda dan tentu telah memakan korban secara eskalatif.

Konflik antar wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir ini seperti, konflik Kalanit dan Loon, konflik Ohoibun atas dan Ohoibun bawah, konflik Ohaitel dan Ohoitahit, konflik Pemda dan Ohoijang, konflik Wearhir dan UN SKB, hingga yang terakhir Ohoider dan Ohoiren.

No More Posts Available.

No more pages to load.