Kita dan Kenangan Saat Bersama

oleh -302 views

Sandi dan Okto selalu ada untuk Rere dan selalu melindungi Rere apapun akan mereka lakukan untuk Rere entah itu karena mereka sudah bersahabat dari kecil atau justru karena mereka memiliki rasa yang lain terhadap Rere.

Suatu hari saat pelajaran olahraga tanpa sengaja bola mengenai kepala Rere yang membuat Rere kesakitan dan ketiga sahabatnya langsung berlari kearah Rere dan menanyakan keadaan Rere karena Sandi dan Okto melihat Rere sepertinya sangat kesakitan membuat mereka marah, dengan suara yang sangat keras sandi berteriak “siapa yang telah menendang bola maju sini hadapi aku?” dengan rasa takut Boy menghampiri Sandi, Sandi tidak pernah marah namun hari ini ia begitu marah yang membuat teman-temannya takut saat Boy mendekat Sandi dan Okto ingin segera memukul Boy namun Rere cepat-cepat melerai agar tidak terjadi kesalahpahaman dan Rere langsung menceritakan kejadian sebenarnya bahwa Boy tidak sengaja mengenai bola ke dirinya, akhirnya mereka saling bermaafan.

Baca Juga  FTJ 2026 Digelar 17–20 Juni, Halmahera Barat Siapkan Ragam Atraksi Budaya hingga Hiburan Rakyat

Setelah kejadian itu tak ada satupun yang berani untuk menganggu Rere bahkan untuk menyapa Rere saja mereka takut, hari berganti hari membuat persahabatan mereka semakin dekat mereka selalu berbagi suka dan duka saat ada diantara mereka yang mengalami kesulitan belajar mereka saling membantu walaupun sebenarnya mereka tetap bersaing dalam akademik namun mereka tetap saling membantu dalam belajar, Rere yang sangat tidak menyukai pelajaran Matematika terbantu Oleh Sandi, diantara mereka secara akademis Sandi yang paling stabil, Sandi merupakan siswa berprestasi mulai dari Taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas, dan saat ini mereka telah memasuki kelas Akhir, mereka sibuk dengan kegiatan sekolah namun mereka berempat selalu berusaha untuk belajar bersama karena mereka bertekad ingin melanjutkan kuliah di kampus bahkan di jurusan yang sama yaitu mengambil jurusan kedokteran hal ini sangat memungkinkan untuk Sandi dan Okto karena mereka anak yang pintar dan orangtua yang memang merupakan keluarga dokter, tetapi tidak untuk Sinta, orangtuanya memang mapan namun Sinta tidak memiliki kemampuan dan keinginan untuk melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran karena Sinta bercita-cita ingin menjadi desainer, berbeda dengan Rere nilai dan keinginannya sangat bagus hanya saja Rere terlahir dari keluarga sederhana namum Rere tidak ingin memberitahu teman temannya bahwa iya tidak akan mengambil jurusan kedokteran agar kedua temannya itu tetap mengambil jurusan kedokteran.

No More Posts Available.

No more pages to load.