Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Sementara proses pendataan kerusakan masih dilakukan oleh pihak terkait. Informasi yang beredar menyebutkan kemungkinan mesin kapal mengalami gangguan atau mati saat proses sandar, namun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
DPRD Soroti dan Minta Evaluasi
Insiden ini mendapat sorotan dari anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak Pelni, khususnya dalam aspek keselamatan pelayaran.
“Cilaka… Pelni kaya tar ada orang yang bisa bawa kapal lai. Nanti alasan gelombang dan arus kencang. Ini harus di evaluasi,” tegasnya.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi armada kapal yang dikelola Pelni, terutama terkait dugaan kerusakan mesin serta aspek kesiapan teknis kapal sebelum beroperasi.
“Kalau mesin rusak atau mati kenapa paksa sandar. Begini-begini nanti kapal-kapal rusak semua. Kapal-kapal yang serah terima deng Pelni pasti banyak masalah,” ujarnya.
Selain itu, Yeremias turut menyoroti aspek sumber daya manusia, termasuk kapasitas dan pengalaman nakhoda kapal.
“Kapal-kapal banyak rusak akibat seng hati-hati,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, sekaligus menilai dampak kerusakan yang ditimbulkan.











