KM Tidar Milik PT. Pelni Kandas 200 Meter Dari Pelabuhan Namlea

oleh -354 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Pihak PT. Pelni diduga lalai atas insiden kandasnya KM Tidar yang berlayar dari Namlea menuju ambon dengan membawa lebih dari 500 penumpang yang terjadi Senin (26/7/2021) siang.

PELNI diduga lalai karena gagal memandu nahkoda kapal saat kapal akan berlayar keluar pelabuhan Namlea.

Kapal Muatan (KM) Tidar kandas kurang lebih 200 meter di arah kanan Pelabuhan Namlea dengan muatan penumpang kurang lebih 500 penumpang, dengan tujuan namlea-ambon-tual.

Dijadwalkan, Kapal tersebut tiba dari Bau Bau di pelabuhan Namlea pada pukul 9.00 WIT dan hendak bertolak dengan tujuan pelabuhan Ambon pada pukul 12.00 WIT.

Namun saat kapal melakukan manuver olah gerak dari dermaga pelabuhan laut Namlea bergesar dari sisi barat pelabuhan namlea kurang lebih 200 Meter. Kapal tetap pada posisi tidak bergerak setelah kurang lebih 13 menit .

Baca Juga  Polda Gelar Dialog Tentang Bahaya Paham Radikalisme Terhadap Stabilitas Keamanan

Berdasarkan informasi pihak pelabuhan. sesat sebelum kandas. Kapal tidak mengarah pada sektor kiri untuk mengambil jalur alur pelayaran, dan malah mengarah pada satu titik arah di sisi barat dermaga tidak jauh dari dermaga.

Hal ini jelas menyebabkan kapal tersebut mengalami kemiringan sekitar 1 m dari lampu timbul kapal dan sampai saat ini kapal masih tetap berada di titik kandas.

Diduga, kandansnya kapal diakibatkan karena human eror, kurang kejelihan nahkoda terhadap posisi alur masuk keluar dermaga. Ditambah lagi dengan situasi cuaca angin yang bertiup dari posisi timur ke barat sehingga kapal terbawa ke sisi barat dan mengalami musibah kandas pada persiapan kapal olahgerak manuver keluar dermaga sekira pukul 12.00 WIT.

Pasca kandasnya KM Tidar, Nahkoda sempat mengambil langkah-langkah untuk manuver kapal. Namun upaya yang dilakukan itu tidak berhasil.

Baca Juga  Bawaslu Maluku Utara Sinergikan Peran Perempuan Awasi Pilkada Serentak 2020

Kepala UPP Kelas 2 Namlea, Jonly Pentury yang berada di TKP menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pelni terkait tindakan lanjut evakuasi untuk para penumpang.
Dirinya mengatakan bahwa evakuasi baru akan dilakukan keesokan hari.

“Dari hasil koordinasi kami deng pihak Pelni bahwa saat ini koordinasi dengan pihak Pelni pusat masih terus dilakukan. Dan karena kondisi kapal masih normal dan penumpang juga masih mau bertahan di atas kapal makan untuk malam ini kita sepakat tidak akan melakukan evakuasi. Baru besok pagi baru evakuasi akan dilakukan apabila kapal pangrango sudah tiba untuk mengevakuasi langsung menunggu ambon dan tujuan lainnya,” kata Jonly

Dirinya juga menambahkan, pihak pelabuhan bersama dengan beberapa instansi telah siap untuk mengevakuasi apa bila dibutuhkan.

“Kita semua sudah siap apa bila harus ada evakuasi,” tambahnya

Baca Juga  La Nina Sedang Berkembang di Samudra Pasifik, Waspadai Dampaknya di Indonesia

Sayangnya, saat semua pihak terkait, mulai dari Syahbandar, Pihak kepolisian, SAR, Kesehatan Pelabuahan siap di lokasi di bawah terik panas. Namun, pihak Pelni tampak tenang dan memilih berada di tempat yang terlindung dari terik matahari.

Sementara itu. Dari siang hingga malam tadi. Kepala Cabang Pelni yang hendak dikonfirmasi oleh wartawan enggan berkomentar dan memilih menghindari wartawan.

Hingga Senin malam, masih belum ada tindakan apapun yang dilakukan pihak Pelni. Sementara itu kondisi kapal saat ini telah berada pada posisi miring.

Hingga pagi tadi. Kapal masih berada di titik kandas menunggu waktu evakuasi penumpang yang rencananya akan di lakukan siang ini.

Pelni juga telah mengeluarkan kepibajakan pengembalian uang tiket 100 % milik para penumpang. (ima)