KNPI Maluku Desak Jokowi Copot Wiranto

oleh -41 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wiranto dianggap gagal menjabat Menkopolhukam, posisi yang dia emban sejak 27 Juli 2016. Desakan agar bekas Panglima Angkatan Bersenjata ini mundur pun mengemuka.

“Kami meminta Presiden Jokowi mencopot Menkopolhukam Wiranto karena terbukti gagal dalam melakukan antisipasi terhadap persoalan politik dan keamanan yang menjadi domain wilayah kerjanya,” ujar Ketua Karateker KNPI Maluku Abdussalam Hehanussa, Sabtu (5/102019) kepada porostimur.com.

Kader Partai Golkar ini mengatakan sudah saatnya Joko Widodo mengganti Wiranto jika dia benar-benar “berkomitmen membangun situasi jalannya pemerintahan yang menghormati HAM dan demokrasi dalam politik, hukum, dan keamanan.

Menurutnya taktik Wiranto sejak dulu memang keliru tiap kali merespons konflik dan ekspresi politik warga.

“Beberapa statement, langkah-langkah yang dibuat Pak Wiranto yang kontraproduktif, itu sudah jadi bukti kalau dia memang harusnya diganti,” tegasnya.

Baca Juga  5 Film Terbaru yang Menggunakan Single-Shot Selain 1917

Lelaki yang biasa disapa Alan ini menuturkan, indikasi kegagalan Wiranto yang paling terlihat adalah: dia tidak bisa mengantisipasi aparat polisi berbuat represif. Buktinya, Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo angkatan 2016, mati ditembak dengan peluru tajam saat berdemonstrasi di depan DPRD Sulawesi Tenggara, Kendari, Kamis (26/9/2019) lalu.

Di sisi lain menurutnya, saat menghadapi kerusuhan di Papua, alih-alih memilih jalan dialog, Wiranto lebih suka menambah jumlah aparat.

Dia juga menuding Benny Wenda-lah otak kerusuhan di Papua. Ketika demonstrasi mahasiswa meluas, Wiranto malah bilang “demo sudah tidak relevan. Menurutnya ada jalan lain yang jauh lebih terhormat dari itu.

Dia juga menyebut gerakan potensial ditunggangi–tuduhan yang dibantah keras para mahasiswa.

Baca Juga  Penyelundupan tanduk rusa digagalkan SKP-Avsec

Wiranto juga menyarankan agar masyarakat lebih percaya terhadap informasi resmi dari aparat. Dalam kasus demo di Jakarta, aparat malah pernah menyebar hoaks. Pun dengan kasus Papua.

“Dari awal kami sudah mempertanyakan mengapa Jokowi mengangkat dia jadi Menkopolhukam. Dia dipertanyakan dari sisi integritas, komitmen, terutama soal HAM,” ungkap Hehanussa.

Lebih jauh, mantan Ketua Badko HMI Maluku-Maluku Utara ini mengatakan desakan agar Wiranto dicopot saja sama sekali “tidak berlebihan, apalagi Wiranto baru saja melukai hati orang Maluku dengan penyaataannya.

Alan menulai. Wiranto adalah ‘orang lama’ dalam politik Indonesia yang tak inovatif menangani konflik. Artinya, dia masih su ka pakai cara-cara lama dalam menangani persoalan.

Baca Juga  Hasil Swab WS Istri Almarhum LS Pedagang Mardika Terkonfirmasi Negatif Covid-19

“Wiranto dibesarkan di era otoritarianisme, sementara tantangan hari ini jelas berbeda. Dulu enggak ada demonstrasi digital. Kalau masih pakai cara konvensional ya tentu kontraproduktif.” “Contoh ada orang mengkritik di medsos atau galang dana di internet seperti Ananda Badudu, tapi dipidana. Di negara-negara maju, orang yang tidak mengikuti demo di jalanan akan kontribusi via uang sebagai dukungan, dan itu tak bisa dipidana,” pungkasnya. (red)