Ia menyebut pembangunan monumen tersebut sebagai contoh karya yang terus dikenang karena memiliki nilai historis bagi masyarakat.
Jaftoran berharap Pangdam Dody Triwinarto mempertimbangkan kembali langkahnya di Sungai Waitomu agar tidak meninggalkan polemik yang dapat memengaruhi citra institusi.
“Pak Dody Triwinarto tinggal pilih! Maju terus di Sungai Waitomu untuk dikenal sebagai abal-abal, atau mundur untuk dikenang sebagai yang agung?” demikian Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ambon, Maikel Alfa Jaftoran.
Desakan PMKRI tersebut menambah panjang polemik pemanfaatan kawasan muara Sungai Waitomu. Persoalan utama yang perlu dijernihkan adalah status perizinan, kesesuaian rencana pembangunan dengan ketentuan sempadan sungai, serta tindak lanjut atas penjelasan atau arahan dari instansi teknis yang berwenang.
Klarifikasi dari Kodam XV/Pattimura dan BWS Maluku diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai tujuan pembangunan, status administrasi, serta langkah yang akan ditempuh untuk memastikan kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum.
(tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









