Porostimur.com, Dobo – Komando Daerah Militer XV/Pattimura menggelar latihan terintegrasi gerilya di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, sebagai upaya meningkatkan kesiapan pasukan menghadapi ancaman musuh dengan kekuatan superior. Latihan ini berlangsung selama lima hari, sejak 14 hingga 18 November 2025.
Kegiatan tersebut diawali dengan briefing di Markas Kompi Senapan A Yonif 735 Nawasena/Brigif 27/Nusaina, Jumat (14/11/2025).
Kabaglat Rindam XV/Pattimura, Kolonel Inf Bambang Hariyanto, menegaskan bahwa latihan ini merupakan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk peningkatan kesiapsiagaan prajurit di tengah dinamika keamanan kawasan.
“Latihan terintegrasi gerilya bertujuan menciptakan pasukan yang fleksibel, tangguh, dan mampu bertempur secara efisien meski dalam kondisi tidak menguntungkan, sesuai strategi dan rencana operasi yang tepat,” ujarnya.
Penguatan Doktrin Perang Semesta
Dalam arahannya, Kolonel Bambang juga menekankan bahwa latihan ini merupakan implementasi dari doktrin perang semesta, yaitu model pertahanan total yang melibatkan seluruh sumber daya negara—baik militer maupun non-militer.
“Perang semesta mengerahkan seluruh rakyat untuk terlibat dalam perlawanan dan pertahanan, tidak hanya TNI saja,” tambahnya.









