Kolonel Nartomo

oleh -230 views

Oleh: Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, ditangkap Oktober 1965, dibuang ke Pulau Buru

Saya teringat kepada teman akrab saya Ario Panjono yang kakak iparnya perwira TNI-AL Mas Nartomo adalah seorang perwira meriam monster laut kita, KRI Irian.

Pertemuan terakhir dengan beliau ya di Komnas HAM saat ibu saya meluncurkan bukunya yang terakhir Dari Kamp ke Kamp.Beliau bercerita tentang kapal penjelajah ringan kebanggaan Indonesia. Ini apa yang diceritakannya.

KRI IRIAN adalah kapal penjelajang ringan buatan Uni Soviet Klas Sverdlovsk yang tadinya bernama Ordzhonikidze. Penjelajah ini dibuat di galangan kapal Leningrad (sekarang Petrograd) yang dibeli Pemerintah RI pada 1962.

Jenderal A.H. Nasution yang kala itu Menko Hankam/KASAB sejak 1957 pergi ke Amerika Serikat meminjam uang untuk membeli Alutsista. Namun AS tidak bersedia dan Nasution beralih ke Moskwa.

Baca Juga  Begini Asal-usul Gelar Haji di Indonesia

Pada awal 1960 Nikita Kruschev berkunjung ke Jakarta dan menyetujui pembelian sejumlah persenjataan dari Uni Soviet untuk TNI dengan kredit jangka panjang. TNI-AL memilih sebuah kapal penjelajah ringan, sejumlah kapal-kapal selam dan panser-panser amfibi.

Penjelajah kebanggaan TNI-AL yang bernomor lambung 201 ini merupakan andalan Indonesia dalam kampanye militer untuk merebut Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Saat itu KRI Irian merupakan kapal terbesar di kawasan Asia Tenggara.