Kolonel Nartomo

oleh -46 views
Link Banner

Oleh: Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, ditangkap Oktober 1965, dibuang ke Pulau Buru

Saya teringat kepada teman akrab saya Ario Panjono yang kakak iparnya perwira TNI-AL Mas Nartomo adalah seorang perwira meriam monster laut kita, KRI Irian.

Pertemuan terakhir dengan beliau ya di Komnas HAM saat ibu saya meluncurkan bukunya yang terakhir Dari Kamp ke Kamp.Beliau bercerita tentang kapal penjelajah ringan kebanggaan Indonesia. Ini apa yang diceritakannya.

KRI IRIAN adalah kapal penjelajang ringan buatan Uni Soviet Klas Sverdlovsk yang tadinya bernama Ordzhonikidze. Penjelajah ini dibuat di galangan kapal Leningrad (sekarang Petrograd) yang dibeli Pemerintah RI pada 1962.

Link Banner

Jenderal A.H. Nasution yang kala itu Menko Hankam/KASAB sejak 1957 pergi ke Amerika Serikat meminjam uang untuk membeli Alutsista. Namun AS tidak bersedia dan Nasution beralih ke Moskwa.

Baca Juga  Utamakan pelayanan, Polres Malteng siap tindak tegas pelaku pungli

Pada awal 1960 Nikita Kruschev berkunjung ke Jakarta dan menyetujui pembelian sejumlah persenjataan dari Uni Soviet untuk TNI dengan kredit jangka panjang. TNI-AL memilih sebuah kapal penjelajah ringan, sejumlah kapal-kapal selam dan panser-panser amfibi.

Penjelajah kebanggaan TNI-AL yang bernomor lambung 201 ini merupakan andalan Indonesia dalam kampanye militer untuk merebut Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Saat itu KRI Irian merupakan kapal terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sampai saat ini belum ada satu negara pun di Asia Tenggara yang pernah memiliki kapal penjelajah seperti Indonesia. Bahkan di era 1960-an, KRI Irian merupakan kapal perang terbesar di belahan bumi selatan.

KRI Irian yang berukuran 210 m, lebar 22 m serta memiliki berat displacemet berbobot 13,600 ton kosong ini apabila ditambah dengan kru dan persenjataan siap tempur beratnya menjadi 16,650 ton.

Baca Juga  Soamole Wakili Kepulauan Sula ke Lomba Desa Tingkat Provinsi

Ordzhonikidze menjadi terkenal karena pernah membawa Perdana Menteri Nikita Kruschev dan Menteri Pertahanan Nikolai K. Bulganin dalam sebuah misi diplomatik ke Inggris. Ketika akan memasuki Pelabuhan Portsmouth, kapten kapal Ordzhonikidze menolak untuk dipandu dan berlabuh dengan manis dan selamat.

Tentu saja AL Inggris penasaran dan mengirimkan seorang perwira MI-6 bekas anggota Kopaska AL Inggris, Commander Lionel Kenneth Phillip Crabb untuk menyelam melihat konstruksi baling-baling dan perlengkapan navigasinya.

Perwira MI-6 itu hilang dan seminggu kemudian diketemukan jenazah tanpa kepala yang diduga Crabb. (*)