“Dari nada-nada yang dinyanyikan, lahir pesan kasih, persaudaraan, pengharapan, dan damai sejahtera. Jadi yang dibawa bukan hanya kemampuan vokal, tetapi juga jati diri sebagai orang bersaudara,” katanya.
Menurutnya, pemusatan latihan bukan sekadar melatih teknik bernyanyi, tetapi juga membangun disiplin, kekompakan, karakter, serta kerendahan hati.
“Kemenangan sejati tidak hanya diukur dari medali dan piala, tetapi dari kemampuan menghadirkan kemuliaan Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” ungkapnya.
Peserta Diminta Tampil Percaya Diri
Ia juga berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, serta membangun kekompakan tim menjelang keberangkatan ke Manokwari.
“Datanglah ke Manokwari bukan dengan rasa minder, tetapi juga bukan dengan kesombongan. Tuhan akan berkenan kepada orang-orang yang membawa damai dan menjaga persaudaraan dengan hati tulus,” pesannya.
Momentum ini diharapkan menjadi ajang bagi generasi muda Maluku untuk menunjukkan kualitas, etika, dan iman yang kuat, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan khas Maluku di panggung nasional.
(red/mt)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com





