Porostimur.com | Ambon: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon pada November 2020, dari 90 Kota IHK di Indonesia, tercatat 83 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.
Hal ini dikatakan Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com di Ambon, Rabu (2/12/2020).
Menurut Asep, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Bima sebesar 0,01 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 0,22 persen. Deflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh dan Kota Palopo sebesar 0,01 persen.
Asep bilang, Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0,18 persen dengan IHK 105,59. Kota Tual mengalami inflasi sebesar 1,15 persen dengan IHK 106,83.
“Dari 90 Kota IHK, ranking IHK Kota Ambon turun ke posisi ke-27, sedangkan Kota Tual naik ke posisi 6,” katanya.
Asep mejelaskan, inflasi bulanan Kota Ambon berada pada ranking ke-89, inflasi tahun kalender ranking 81, inflasi tahun ke tahun ranking 82.
Sementara inflasi bulanan Kota Tual berada pada ranking ke-1, inflasi tahun kalender ranking 11, inflasi tahun ke tahun ranking 12.
Asep juga mengatakan bahwa 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon pada November 2020 diantaranya adalah: ikan layang, ikan cakalang, air kemasan, kangkung, cabai merah, mangga, ikan tongkol, sawi hijau, cabai rawit, wortel.




