Porostimur.com, Tidore – Keberadaan naskah kuno dalam bentuk kertas yang berada di Kota Tidore Kepulauan direncanakan untuk didata kembali.
Dari tiga belas naskah kuno, diantaranya riwayat Siti Fatimah Syam, Thasawuf dan Samad Thariqat, Amalan Arwahan, Amalan Sattariah, Silsilah At Tamimi (Lembaran), Amalan Haddat, Kitab dan Tarikah Usuluddin, Buku 12 Catatan Peristiwa Kesultanan Tidore, Nahu Shorof (Naskah Besar), Rabea Ismail Mastura Saban, Nahu Shorof (Naskah Kecil), Bab Sholat- Tentang Penciptaan Alam (Naskah Gulung), dan ke tiga belas judul tidak diketahui.
“Nanti kami ferivikasi kembali di setiap kelurahan. Di mana naskah tersebut kami perlu mendata ulang, kemudian menyurat ke tim Tim Perpustakaan Nasional di bawah reservasi ahli media dan bahan perpustakaan Nasional,” paparnya, Kamis (7/7/2022).
Naskah kuno saat ini, tidak berada di kediaman Jojau Kesutanan Tidore, Amin Faruk dan mantan lurah Tuguwaji.
Ade bilang, naskah itu tidak bisa dibawa ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah.
“Untuk saat ini, kami belum turun mendata,” tuturnya.
Ketua Tim Preservasi Ahli Media Dan Bahan Perpustakaan Nasional Novi Murdiyanti dalam kunjungan pada 24 Juni 2022 kemarin, bertujuan memberikan perawatan ketigabelas naskah kuno tersebut.




