KPP Maluku Utara Gelar aksi Tolak kekerasan Terhadap Perempuan

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.Com, Ternate – Komite Perjuangan Perempuan (KPP) Maluku Utara melakukan unjuk rasa menolak kekerasan terhadap perempuan di Taman Nukila, kota Ternate, Selasa (8/3/2022).

Aksi unjuk rasa ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 dan diperingati di seluruh dunia.

Kordinator lapangan (korlap) Rusnia Dale saat dimintai keterangannya oleh wartawan porostimur.com di lokasi aksi unjuk rasa mengatakan bahwa persoalan kekerasan seksual di Indonesia tetap terjadi setiap tahun dan sampai saat ini belum teratasi.

Nia juga mengatakan pada periode Januari -Oktober 2021, Komnas Perempuan menerima aduan sebanyak 4,500 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia.

“Angka ini melonjak drastis dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2020, di mana Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) mencatat di tahun 2021, ini mencapai 10.247 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan mencapai 15,517 kasus kekerasan terhadap anak secara fisik 43%, psikis 23% dan kekerasan seksual 3%,” beber Rusnia.

Baca Juga  Polda Maluku Kembalikan 58 Sepeda Motor Milik Warga Kariuw

“Maka semakin sempit ruangan aman bagi perempuan, jadi tidak heran jika saat ini Indonesia darurat kekerasan seksual,’ imbuhnya.

Rosnia menambahkan, dalam pantauan organisasi-organisasi pembela hak perempuan, sejauh ini pemerintah belum serius mengatasi persoalan kekerasan seksual di Indonesia.

Nia juga mengatakan, kekerasan seksual sering terjadi di provinsi Maluku Utara hingga ini, bahkan kasus- kasus kekerasan seksual yang terjadi di Maluku Utara ini belum juga bisa teratasi.

“Misalnya kekerasan seksual yang terjadi di Halteng itu seharusnya pemerintah serius dalam mengatasinya. Namun sepertinya ada kesengajaan hingga proses hukum kasus kekerasan seksual itu sengaja tidak diseriusi oleh pihak pemerintah,” jelasnya (Amir)