Sumur Bor Rp1,65 Miliar di Waimital Disorot, Bendungan Ada tapi Tak Dikeruk

oleh -2 Dilihat
Gerard Wakanno mempertanyakan urgensi pembangunan 11 sumur bor yang disebut membutuhkan anggaran sekitar Rp150 juta untuk setiap titik.

Porostimur.com, Piru — Rencana pembangunan 11 sumur bor untuk menunjang pengairan sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mulai dipertanyakan.

Bukan karena masyarakat menolak pembangunan infrastruktur pertanian, tetapi karena di kawasan persawahan tersebut disebut telah tersedia bendungan yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi areal pertanian.

Persoalannya, bendungan tersebut kini diduga mengalami pendangkalan akibat material sirtu yang terbawa arus sungai.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan: mengapa pemerintah memilih membangun 11 sumur bor ketika infrastruktur pengairan yang sudah tersedia disebut hanya membutuhkan penanganan berupa pengerukan?

Sorotan tersebut disampaikan Gerard Wakanno. Ia mempertanyakan urgensi pembangunan 11 sumur bor yang disebut membutuhkan anggaran sekitar Rp150 juta untuk setiap titik.

Baca Juga  Kapal Induknya Diserang Rudal Iran, Amerika Balas Gempur 3 Tanker Minyak Teheran

Jika seluruh 11 titik direalisasikan dengan nilai tersebut, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1,65 miliar.

Menurut Gerard, pemerintah semestinya terlebih dahulu melihat akar persoalan pengairan yang terjadi di lapangan.

“Solusinya murah, pengerukan material sungai,” tulis Gerard dalam pernyataannya.

Ia menilai, sebelum mengalokasikan anggaran untuk membangun sumber air baru, pemerintah daerah perlu melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur irigasi yang telah tersedia.

No More Posts Available.

No more pages to load.