“Saya meminta penjelasan mengenai kondisi jalan tersebut serta kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan agar kerusakan tidak semakin berdampak pada mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan pembangunan jalan di Batabual serta rencana pembangunan Jalan Lingkar Banda, Jalan Inamosol, hingga penanganan jalan rusak di kawasan Hatu yang berada di sekitar Bandara Pattimura Ambon. Pembahasan juga mencakup berbagai usulan dari pemerintah kabupaten/kota yang diharapkan dapat masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap III.
Untuk proyek Jalan Lingkar Banda, Saadiah menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, terutama terkait dengan status jalan sebelum pembangunan dapat dilanjutkan.
Kendala Teknis dan Keterbatasan Anggaran
Dalam diskusi tersebut, Saadiah juga mendengarkan penjelasan dari para Kepala Satuan Kerja (Satker) BPJN terkait berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah kondisi geografis Maluku yang membuat sejumlah ruas jalan rawan mengalami kerusakan.
Menurut penjelasan pihak BPJN, beberapa ruas jalan di Maluku melintasi lempengan atau patahan gempa sehingga badan jalan sering mengalami retakan maupun patahan. Kondisi ini diperparah saat musim hujan karena genangan air dapat mempercepat kerusakan jalan seperti munculnya lubang dan penurunan permukaan jalan.









