Selain jalan, bangunan jembatan juga menjadi fokus peninjauan BNPP kali ini. BNPP telah mencatat bahwa terdapat jembatan rubuh di Kampung Reyamru yang merupakan akses dari Elat ke Holai.
Jembatan rubuh ini mengakibatkan terputusnya akses kendaraan roda empat, namun masyarakat sekitar masih dapat melalui jembatan ini dengan kendaraan roda dua.
Masih di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, terdapat jembatan besi sepanjang 30 m di Holai, namun diakibatkan kemiringan struktur tanah yang berbukit menyebabkan sulitnya akses menuju Kampung Ohiraut dan Kantor Kecamatan.
“Kami juga mencatat terdapat pembangunan jembatan di Kampung Holai, yang sudah ada badannya namun belum ada bentangan jembatan, dikarenakan kurangnya anggaran Kementerian/Lembaga yang mengakibatkan terhentinya pembangunan dengan panjang 50m,” ungkap Jeffry, Sabtu (16/7/2022).
Lebih lanjut Jeffry membeberkan apa yang timnya peroleh di Kecamatan Kei Besar Selatan. Disini tim dari BNPP menemukan jalan kabupaten dengan kondisi baik hingga rusak karena sedang dalam proses pengerjaan/perbaikan dengan jenis perkerasan lapis aspal. Jalan ini merupaka akses dari Kecamatan Kei Besar menuju Kecamatan Kei Besar Selatan.
Kemudian pada Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Jeffry menjelaskan bahwa daerah ini tidak memiliki jalan darat yang memadai. Masyarakat hanya dapat menggunakan jalan setapak yang berlumpur melalui hutan atau menggunakan moda trasportasi laut untuk menjangkau Kei Besar Selatan Barat.









