Lakukan Perbaikan di Dok Wayame, KMP Terubuk Tak Berlayar Empat Hari

oleh -132 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: KMP Terubuk dipastikan tidak akan melayani penumpang selama empat hari ke Depan, menyusul langkah perbaikan usai peristiwaejumlah kecelakaan di dermaga Waipirit, Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (2/1/2020) pukul 19.00 WIT, berapa hari yang lalu.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Terubuk kini tengah melakukan docking emergency di galangan kapal Wayame Kota Ambon.

KMP Terubuk bertolak dari Dermaga Waipirit Desa Liang Kecamatan Salahutu menuju galangan kapal Wayame Jumat (3/1) pukul 15.30 WIT untuk perbaikan lambung kapal yang robek.

KMP Terubuk mengalami robek robek lambung sepanjang satu meter dan lebar sekitar dua sentimeter di bagian lambung buritan kiri kapal karena benturan dengan dinding jembatan saat melakukan olah gerak keluar dari dermaga Waipirit.

“Tadi sore sekitar pukul 15.30 WIT, KMP Terubuk bertolak dari Dermaga Hunimua Liang menuju galangan kapal Wayame. Kapal harus melakukan dock emergency untuk memperbaiki lambung kapal yang robek,” jelas General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Sugihartono melalui Manager Usaha Abdillah kepada media di Ambon.

Baca Juga  Fachry Alkatiri akan Jadikan Pariwisata sebagai Prioritas dalam Membangun SBT

Abdillah mengungkapkan, estimasi waktu docking emergency KMP Terubuk diperkirakan empat hari.

KMP Terubuk mengalami musibah saat bertolak dari Dermaga Waipirit menuju Dermaga Hunimua Desa Liang Pulau Ambon pada Kamis (2/1/2020) pukul 19.10 WIT.

Saat itu KMP Terubuk dengan awak kapal 16 orang membawa 67 penumpang serta puluhan kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam.

Kapal baru diketahui dalam keadaan bocor setelah berlayar sekitar 1,7 mil laut atau 3,1 kilometer. Ketika itu nakhoda kapal merasa janggal karena kapal miring kiri.

Setelah diperiksa, ternyata lambung kiri bagian buritan robek. Air laut masuk ke kapal. Para ABK sempat bekerja keras menggunakan dua mesin pompa menyedot air laut dari kapal. Tetapi usaha ini tidak membuahkan hasil.

Baca Juga  HMI Cabang Sanana Minta MUI dan BK DPRD Kepulauan Sula Seriusi Kasus Parengkuan

Akhirnya nakhoda kapal memutuskan putar haluan menuju pantai terdekat untuk menyelamatkan penumpang dari akibat yang lebih buruk.

Dalam musibah ini tidak korban jiwa. Seluruh penumpang sebanyak 67 orang beserta puluhan kendaraan dan muatan lainnya berhasil diselamatkan. (red/ebot)