Namun, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Banyak kawasan dilaporkan hancur, dengan infrastruktur rusak parah serta minimnya layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan baru kepada warga agar tidak bergerak ke wilayah selatan tertentu, termasuk area di sekitar Sungai Litani dan sejumlah lembah yang dinyatakan sebagai zona terlarang.
Korban Terus Bertambah
Menurut laporan yang dikutip dari The New Arab, total korban tewas sejak 2 Maret telah mencapai 2.491 orang, dengan 7.719 lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, Hizbullah menyatakan terus melakukan serangan balasan terhadap posisi militer Israel. Kelompok tersebut mengklaim telah menargetkan kendaraan militer, pasukan, hingga menembak jatuh drone jenis Hermes 450.
Eskalasi ini menunjukkan bahwa situasi di perbatasan Lebanon–Israel masih jauh dari stabil, meski secara formal gencatan senjata telah diperpanjang.
sumber: sindonews










