Laturiuw Minta Pemkot Ambon Sikapi Pengganti Guru Dalam Masa Pensiun

oleh -38 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Komisi II DPRD Kota Ambon meminta pemerintah kota (pemkot) untuk menyikapi sejumlah tenaga guru yang akan ada dalam masa pensiun.

Ketua Komisi II Christianto Laturiuw menjelaskan, beberapa waktu lalu kami melakukan rapat kerja dengan beberapa kepala sekolah pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memang sebelumnya itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Kota.

“Memang ternyata informasi dari beberapa pimpinan kepala sekolah mereka menyampaikan justru sekarang yang dipikirkan bukan saja pada soal zonasi tentang penerimaan siswa saja tetapi status dan keberadaan guru yang akan pensiun,” ungkap Laturiuw kepada wartawan di Baileo Rakyat -Belso, Senin (27/6/3022).

Baca Juga  Buka Turnamen Saketa Cup III, ini Harapan Wabup Halsel

Laturiuw menambahkan, sekarang untuk hitungannya di tahun 2022/2023 nanti, kita cukup banyak guru-guru yang nanti ada dalam masa pensiun mereka. Sekarang kalau sudah dalam posisi seperti itu tentang kesiapan atau penggantinya ini apakah sudah tersedia apa belum.

“Dan karena itu komisi berpikir kalau konsep atau permasalahan yang terjadi seperti itu dari saat sekarang, sudah harus ada kordinasi antara Dinas Pendidikan dengan BKD kepegawaian, formulanya berapa banyak dan seluruh yang terjadi pensiun di tahun 2022/2023,” terangnya.

Formula itu, kata Laturiuw, harus segera disampaikan karena teman-teman tahu sendiri komposisi kita saat ini dengan jumlah tenaga kontrak saja di Kota Ambon 1063 orang ditambah dengan ASN kurang lebih 4806 orang yang tersebar di seluruh masing-masing Instansi dan juga dengan OPD itu kurang lebih ada sekitar seribu lebih yang ada pada ditingkatan jenjang pendidikan di SD dan SMP.

Baca Juga  Bersama Trent Alexander-Arnold, Hakimi Adalah Bek Kanan Terbaik di Dunia

“Sekarang kami berpikir, bagaimana formulanya sudah seperti itu solusinya sudah harus juga disampaikan kepada teman-teman di masing-masing sekolah, itu bahwa soal pensiunnya guru atau kekurangan-kekurangan tenaga itu juga tidak boleh menjadi beban dari sekolah bersangkutan tetapi harus dipikirkan bersama untuk diselesaikan,” tutur dia.

Laturiuw berharap, jangan sampai masalah ketersediaan tenaga pendidik ini justru menjadi penghambat dalam upaya untuk penerapan kurikulum pada sekolah dimaksud. (Nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.