Keluhan Driver Maxim Ambon Mengemuka, Wali Kota Janji Surati Pemprov Maluku

oleh -2 Dilihat
Persoalan komisi, platform fee, PPN 11 persen, tarif layanan yang dinilai rendah hingga membanjirnya pengemudi baru menjadi sejumlah keresahan yang disampaikan langsung kepada Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena.

Porostimur.com, Ambon — Keluhan para pengemudi Maxim Bike & Car di Kota Ambon akhirnya dibawa ke meja Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Persoalan komisi, platform fee, PPN 11 persen, tarif layanan yang dinilai rendah hingga membanjirnya pengemudi baru menjadi sejumlah keresahan yang disampaikan langsung kepada Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena.

Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (26/8/2026). Perwakilan komunitas pengemudi Maxim, Anes Sapulette dan sejumlah pengemudi lainnya, bertemu langsung dengan Wali Kota Bodewin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Roby Sapulette, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Yan Suitela, serta perwakilan Maxim Ambon, Veky Pesurnay.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari surat terbuka komunitas pengemudi Maxim yang sebelumnya beredar di media sosial. Para pengemudi menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka nilai semakin membebani mitra pengemudi.

Baca Juga  Soroti Kinerja OPD dan BUMD, DPRD Maluku Minta Pemprov Genjot PAD dan Serapan Anggaran

“Tujuan kami di sini adalah menyampaikan aspirasi dari rekan-rekan ojol lainnya, khususnya dalam hal ini yaitu driver Maxim untuk manajemen Maxim,” ujar Anes.

Keluhan para pengemudi tidak hanya berkaitan dengan besaran pendapatan. Mereka juga mempersoalkan sejumlah kebijakan perusahaan yang dinilai berdampak langsung terhadap penghasilan dan keberlangsungan mereka sebagai mitra.

No More Posts Available.

No more pages to load.