Leatemia: BPJN Maluku Sedang Beproses Untuk Pelelangan Jembatan Wai Pulu dan Wai Tunsa

oleh -95 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional II Provinsi Maluku, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX, Berthy Leatemia mengatakan, bahwa BPJN Maluku saat ini sementara berproses untuk melakukan pelangan jembatan Wai Pulu dan Wai Tunsa di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

“Jadi paket ini juga menjadi fokus kami, karena terkait dengan kebutuhan masyarakat dan karena itu uang negara jadi kita harus berproses. Sekarang kita sudah berproses untuk menyiapkan segala kebutuhan administrasi agar segera paket ini di lelangkan”, ungkap Leatemia, Sabtu (22/5/2021).

Leatemia katakan, salah satu proses yang sedang berjalan yaitu terkait dengan proses bayar pekerja yang sudah dilakukan di lapangan. Berdasarkan perhitungan, pembayaran uang dimuka dengan pekerjaan yang telah dilakukan, lebih banyak yang dikerjakan, sehingga menurutnya secara hak dan kewajiban, pihaknya harus membayar pekerjaan yang sudah dilakukan.

Baca Juga  4 Napi Lari dari Rutan Kelas IIA Ambon

Dijelaskannya, bahwa Pusat menginginkan agar paket ini bisa diproses secara bersamaan bukan diproses satu persatu. Sementara menurutnya, ada yang harus ditinjau lagi terkait desain, salah satunya Wai Pulu, karena jika dikerjakan dengan desain yang lama dengan interval umur jembatan, itu sangat berisiko karena BPJN menilai, desain jembatannya rendah sedangkan permukaan banjir sekarang sudah lebih tinggi.

“Waktu didesain 3 tahun yang lalu itu mungkin hutan disekitar itu belum terlalu rusak, tapi dengan adanya illegal logging yang sangat banyak di sana, hutan diatas mungkin sudah rusak, muka air banjir sekarang sudah lebih tinggi sehingga kami sementara meninjaunya”, katanya.

Leatemia juga mengaku, dirinya sudah perintahkan PPK dengan pihak perencana untuk meninjau di lapangan, apakah yang diusutkan sudah benar sesuai dengan kondisi atau belum.

Baca Juga  Pirlo Resmi Jadi Pelatih Juventus, Buffon Hadapi Situasi Tak Lazim

Dirinya juga menjelaskan, bahwa BPJN Maluku juga mengusulkan untuk menambah clearance (ruang bebas) sekitar 1 meter, mengingat sungai tersebut sangat besar dan ketika banjir sangat berisiko mengalirkan pohon, sehingga perlu penambahan supaya sesuai dengan standar Bina Marga yaitu 1,5m sampai dengan 2m.

“Kami usul harus tambah sekitar 1 meter lagi dan ditambah itu kan berarti ada perubahan desain, konsekuensi banyak, ada uang bertambah juga sehingga dengan perubahan itu, kami bisa mengajukan ke Jakarta supaya proses lelang itu kami kerjakan sampai selesai dan itu sementara kami proses”, paparnya.

Untuk paket ini, Leatemia menuturkan banyak birokrasi yang harus dilalui karena dananya dari SBSN, maka pihaknya harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, sehingga membutuhkan waktu panjang tapi pihaknya akan mengupayakan supaya pada bulan Juli mendatang, paket ini sudah bisa dilelang.

Baca Juga  Hari Kedua, TMMD Kodim 1510/Sanana Bangun Talud, Bak Air dan MCK

“Jadi Kami tidak tinggal diam, karena jika program ini diam saja maka akan jadi sorotan masyarakat, sehingga kami juga sekarang sedang berproses. Salah satunya terkait dengan perubahan desain tadi, karena jika dipaksakan dikerjakan dengan desain yang lama dan tiba-tiba banjir dan menghanyutkan pohon dan jembatan itu rusak, timbul masalah lagi. Jadi kami mau pekerjaan ini tuntas, karena kalu tidak tuntas konsekuensinya masyarakat akan menikmati pembangunan yang tidak maksimal juga”, imbuhnya. (alena)