Senada dengan Tahalua, Ketua Panitia, Hairul Hatala, menegaskan acara adat dimaksud direncanakan akan melibatkan Pela dan Gandong dari Negeri Batumerah.
”Intinya acara yang kita tuntaskan adalah hadrat yang biasa kita tuntaskan setiap tahun. Tapi tahun ini kita libatkan Passo dan Ema. Passo tampilkan tari Cakalele, Ema perisai. Mereka tidak ikut karnaval. Tapi ditampilkan di panggung kehormatan. Eksistensi kita sebagai negeri adat itu memang ada. Nah, kita tonjolkan ke Maluku secara umum dan kota Ambon secara khusus bahwa Negeri Batumerah betul-betul negeri adat yang mana mempunyai Pela dan mempunyai Gandong,” terangnya.
Adanya keterlibatan pela dan gandong, terangnya, Negeri Batumerah menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan meskipun berbeda agama, itu sangat kuat.
”Dengan tema membangun moralitas dan melestarikan budaya dan tradisi Negeri Batumerah. Di situ kita meningkatkan toleransi antar umat beragam dalam bingkai budaya dengan tajuk pela dan gandong,” timpalnya.
Selain mengusung nilai kebudayaan dan adat istiadat, tambahnya, ajang dimaksud juga merupakan wadah untuk membantu Pemerintah Kota Ambon dengan program destinasi budayanya.
”Ini juga kita membantu program kota yaitu tentang destinasi kebudayaan. Jadi di situ kita kawinkan antara budaya, agama dan adat istiadat atau kebisaan kita di Negeri Batumerah,” pungkasnya. (dayon)




