Loela Drakel, “Aku ini Bukan Pintu”

oleh -36 Dilihat

Setelah itu, musisi Bens Leo mengajak Loela rekaman di Lolypop Record. Lahirlah album perdana berbahasa Indonesia bertitel “Sampul Merah Muda”. Isinya cuma tiga lagu : Berenang dan Bercinta, Sampul Merah Muda dan Yang Dingin Kembali Hangat. Dalam rentang lebih dari empat dekade, nama Loela Drakel adalah pesona yang tak pudar. Ia ada dimana-mana. Di acara kawinan, di hajatan kampanye, di angkutan kota, juga di café dan tempat karaouke. Tak hanya di Ternate, suara khas Loela menjangkau Papua hingga Sumatera. Tawaran konser bergantian mengajak. Hampir semua pelosok Indonesia sudah disinggahi untuk bernyanyi. Jika tak sempat, kehadiran Loela diwakili puluhan kaset dan cd yang diputar warga dengan riang.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Apresiasi TMMD ke-130, Pembangunan Dusun Seri Didorong Lebih Merata

Musik dan lagu menurut Chrisye adalah interaksi dengan siapa kita berkarya dan untuk siapa kita berkarya. Mungkin dengan itu, Loela menemui orang ramai. Lagu-lagu ciptaannya yang dinyanyikan sendiri selalu mendapat tempat di antara banyak penyanyi terkenal yang mentas pada saat itu. Kekuatan liriknya membumi. Sederhana bertutur dan mewakili “rasa” orang ramai. Pilihan kosakata hiperbola yang digunakan membuat lagu-lagu ciptaannya terdengar makin romantis.

aku ini bukan pintu
yang selalu kau buka kau tutup
aku ini manusia
yang punya batas perasaan..

No More Posts Available.

No more pages to load.