Kapolres menjelaskan, Friselter kemudian mengevakuasi ibunya melalui ventilasi pintu kamar dengan bantuan lemari pakaian yang menghalangi akses keluar. Keduanya keluar menyelamatkan diri, sementara sang nenek masih tertimbun di dalam kamar.
Sementara itu, saksi lain, Feeinika Geralni alias Ven (22), yang berada di lantai dua rumah tersebut mengaku mendengar suara teriakan dari lantai bawah. Ia dan keluarganya segera turun untuk menolong, namun akses ke kamar terhalang oleh lemari dan reruntuhan, sehingga mereka tidak dapat membuka pintu.
“Pada pukul 03.40 WIT, petugas dari Polsek Sirimau, regu pemadam kebakaran Kota Ambon, serta tim dari BPBD tiba di lokasi kejadian. Upaya evakuasi jenazah korban dilakukan secara intensif hingga akhirnya pukul 07.56 WIT, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkap Kapolres.
AKBP Yoga Putra Prima Setya juga menerangkan bahwa, longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada tiga unit rumah serta beberapa kendaraan. Di antaranya satu unit mobil Toyota Yaris putih (DE 1649 LT), satu sepeda motor Yamaha Jupiter Z hitam (DE 2719 BG), dan satu mobil Avanza hitam (DE 1108).
“Tiga rumah terdampak longsor adalah milik pensiunan Kompol Jhon Wutlanit yang mengalami kerusakan permanen, rumah milik pensiunan Kompol Eni Maspaitela yang mengalami kerusakan ringan pada pagar, serta rumah Novi Joseph yang rusak di bagian depan,” pungkasnya. (red)









