LP3KN pastikan Jokowi hadiri pembukaan Pesparani Katolik I

@Porostimur.com | Ambon : Masyarakat beserta elemen pendukungnya di Maluku, beramai-ramai menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I 27 Oktober–2 November nanti.

Terlebih lagi, spanduk, umbul-umbul dan baliho berisikan dukungan akan Pesparani Katolik I ini sudah terpasang pekan lalu, di sepanjang 14 Km ruas jalan dari Bandara Pattimura ke pusat Kota Ambon.

Suasana dipastikan akan lebih semarak lagi mengingat perkantoran dan pertokoan juga akan memasang berbagai atribut untuk menyongsong kedatangan kontingen dari 34 provinsi dalam even dimaksud.

Semarak penyelenggaraan even kerohanian ini semakin terasa gempitani ibarat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tahun 2015 silam di Kota Ambon.

Salah satu tokoh agama, tepatnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, DR. H. Abdullah Latuapo, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (16/10), sangat mengharapkan kesuksesan penyelenggaraan Pesparani yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu.

Menurutnya, MTQ Nasional adalah festival umat Islam di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1968.

Sedangkan Pesparawi Nasional merupakan peristiwa keagamaan umat Kristen Protestan yang diadakan sejak tahun 1983.

Sementara Pesparani Nasional  baru akan diadakan pertama kali pada tahun ini.

Dijelaskannya, penyelenggaraan Pesparani sendiri berbeda formatnya dengan penyelenggaraan MTQ 2012 ataupun Pesparawi 2015 di Kota Ambon.

Dimana, MTQ dan Pesparawi dimotori Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam dan Ditjen Bimas Kristen.

Sedangkan Pesparani sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) bekerjasama dengan panitia lokal di Maluku.

”Kita harapkan semoga Pesparani ini tidak kalah dari keberhasilannya dengan MTQ dan Pesparawi. Itu yang kita harapkan. Oleh karena itu, kita menghimbau kepada masyarakat, mari kita mendukung dan menyukseskan acara Pesparani Katolik Nasional yang pertama kali dilakukan,” harapnya.

Membenarkan pernyataan Latuapo tadi, Ketua LP3KN, Adrianus Meliala, menejelaskan bahwa lembaga yang dinahkodainya merupakan lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh pemerintah.

Dalam struktur LP3KN, jelasnya, terdapat kehadiran beberapa pastor yang menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah masyarakat awam yang diangkat oleh KWI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tambahnya, peserta dan pelatih yang direncanakan akan datang dan menghadiri even ini mencapai sekitar 8.000 orang.

Dimana, sebagian besar adalah tokoh-tokoh umat yang berkarya di daerah masing-masing.

Selain undangan para pejabat yang dipastikan kehadirannya, terangnya, masih ada juga 37 uskup yang datang dari seluruh Indonesia.

Dimana, tambahnya, para uskup ini adalah pemimpin umat Katolik di wilayahnya masing-masing.

Meliala juga optmis Presiden RI, Ir Joko Widodo (Jokowi), sudh menyatakan kesiapannya menghadiri Pesparani Nasional I nanti.

”Presiden Joko Widodo juga sudah menyatakan akan datang dalam pembukaan Pesparani. Beliau sudah menyatakan kesediaannya di Konferensi Waligereja (KWI), Jumat 24 Agustus lalu,” pungkasnya. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: