Kegiatan berbasis kesehatan tersebut diberikan secara gratis. Warga hanya perlu datang dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa dipungut biaya.
Dari layanan kesehatan tersebut, tim relawan menemukan bahwa hipertensi menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak diderita warga Desa Selamon.
“Hal ini tentu perlu menjadi perhatian, terlebih Desa Selamon merupakan wilayah pesisir yang pola konsumsinya cukup erat dengan makanan tinggi garam seperti ikan asin atau hasil laut yang diawetkan,” ungkap Asriani.
Edukasi Cegah Anemia Remaja
Selain layanan kesehatan, tim relawan juga menjalankan program Cegah Anemia pada Remaja (CEMARA) yang menyasar kelompok usia remaja.
Program ini difokuskan kepada siswi SMP Negeri 58 Maluku dengan tujuan memberikan edukasi mengenai anemia serta pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah sejak usia remaja.
“Kegiatan CEMARA ini dispesifikan kepada siswi SMPN 58 Maluku. Hal ini sebagai pemberian edukasi kepada anak remaja terkait anemia, terlebih perempuan memang rentan terkena anemia. Jadi hal tersebut sebaiknya mereka sudah tahu terkait anemia dan soal tablet penambah darah sejak dari dini, sebagai langkah preventif,” tuturnya.
Melalui program tersebut, tim relawan juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, memperbanyak makan sayur dan buah, serta rutin berolahraga guna menjaga kesehatan. (red)











