Porostimur.com | Labuha: Mahaiswa Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Salatan (Halsel) yang tergabung dalam Front Bersama Mahasiswa Bacan Barat (FBMBB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Halsel. Kamis, (06/02/20).
Dalam aksi yang dilakukan siang tadi, pendemo menggugat pembangunan di wilayah Bacan Barat yang dianggap tidak sesuai dengan amanat konstitusi yang berlaku.
Menurut para pendemo, jika dikaji dari sisi geografis, Halmahera Selatan sangatlah luas dibanding Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara.
Selain luas Halsel sendiri dikenal dengan melimpahnya ikan dalam segi perikanan dan pertambangan bahkan hasil lainnya, hanya saja tidak dikelola oleh pemerintah dengan baik.
“Kekayaan ini harusnya harusnya dikelola dan dipergunakan dengan baik seperti di amanatkann UUD 1945 pasal 33 ayat 3, “air, Bumi, dan kekayaan alam di peruntuhkan untuk kesejateraan rakyat”, ujarnya Kodinator aksi, Asdar Ismail.
Asdar menilai pembangunan pemerintah Halmahera Selatan saat ini tidak sesuai dengan Pri Kemanusiaan, yang dimana terdapat dakam Pancasilah poin kelima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.
Dia juga menuturkan, seharusnya pemerintah Halmahera Selatan lebih adil melihat persoalan yang ada, bukan pencitraan yang di tampakan. Seperti pembangunan jalan insfastruktur jalan lingkar Pulau Bacan yang masih belum diselesaikan.




