Porostimur.com – Jakarta: Sebuah analisis baru mengungkapkan bahwa makanan bergizi masih belum terjangkau oleh banyak orang di Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
Hasil analisis Fill the Nutrient Gap (FNG) yang baru saja dirilis menunjukkan setidaknya satu dari delapan orang Indonesia tidak mampu membeli makanan yang memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Di provinsi-provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, makanan bergizi tidak terjangkau oleh lebih dari sepertiga hingga setengah dari populasi.
Situasi ini tidak hanya didorong oleh kurangnya pendapatan di antara sebagian besar rumah tangga, tetapi juga oleh tingginya harga pangan di wilayah tersebut. Analisis FNG menemukan bahwa makanan beragam yang terdiri atas sayur-sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro keluarga hampir tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan makanan pokok yang hanya memenuhi kebutuhan energi.
“Analisis FNG akan digunakan sebagai referensi utama bagi Bappenas untuk menentukan konsensus, sinergi dan upaya bersama dalam prioritasasi kebijakan dan intervensi peningkatan pangan dan gizi di Indonesia,” jelas Direktur Pangan dan Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas Anang Noegroho, dalam siaran resmi yang dikutip dari cnbcindonesia.com, Kamis (2/12/2021).




